Panduan Setting Awal

 

 

Di dalam proses hulling atau pengupasan kulit tanduk kopi dibutuhkan ruangan khusus yang jauh dari pemukiman, kalau petani kopi robusta di lampung atau bengkulu biasanya mesin huller dibawa ke tengah kebun yang berada di lereng lereng bukit yang mobil pun gak bisa melewatinya. Pembuangan kulit dapat mengganggu pernafasan, selain itu jauhkan juga jangkauan anak anak, karena putaran mesin dapat membahayakan apabila kurang pengawasan orang dewasa. 

Siapkan gabah atau kopi glondongan yang mau dikupas perhatikan kandungan kadar air maksimal 16 %, pastikan juga engine sudah terisi bahan bakar dan oli sebagai pelumas. Engine yang terpasang kekuatan yang dihasilkan harus sesuai dengan spesifikasi huller kopi, jika tidak maka hasilnya kurang maksimal.

V Belt atau karet penarik pulley tidak boleh longgar harus pas baik belt untuk blower maupun belt untuk engine, karena sangat berpengaruh terhadap stabilnya putaran silinder. Semua katup harus kondisi tertutup, katup corong, katup keluaran dan katup filter. 


PISAU
Berfungsi mengupas buah kopi kering yang sudah masuk melalui corong pengumpan, di atur dengan memukul sedikit demi sedikit ke depan pada saat kondisi mesin hidup sambil dilihat hasilnya, apabila biji kopi banyak yang masih utuh belum terkupas, atau dipukul mundur apabila biji kopi ada yang pecah, baut 2 bisa dibuka untuk mengatur ulang posisi pisau.

KATUP CORONG
Berfungsi mengatur masukan biji kopi kering yang mau dikupas, dikontrol maju mundur, supply gabah didalam silinder sangat berpengaruh dengan hasil keluaran biji kopi.

KATUP FILTER
Berfungsi mengontrol angin didalam silinder dengan cara membuka atau menutup katup, untuk pengaturan awal ditutup.

KATUP KELUAR
Berfungsi mengontrol atau mengatur pengeluaran biji kopi dari dalam silinder, menahan kulit ikut keluar bersama biji kopi,  di atur buka tutup menyesuaikan dengan hasil biji kopi yang sudah keluar melalui Filter depan. Dibutuhkan keseimbangan antara supply gabah didalam silinder dengan keluaran biji kopi.


Blower pembuangan kulit tidak di tutup dengan karung goni atau yang lain, kulit harus terbuang bebas keluar, biasanya dipasangkan pipa panjang dan disalurkan ke kebun yang jauh dari pemukiman. 

Nyalakan engine penggerak dan posisikan speed mesin dalam kondisi paling rendah, selanjutnya masukkan gelondongan kopi yang mau dikupas ke dalam corong pengumpan. 

Naikkan speed mesin ke posisi medium setelah itu buka katup corong ke posisi setengah, setelah itu gelondongan kopi masuk ke silinder pengupas beberapa detik, langsung buka katup keluaran yang berada di belakang filter diposisi setengah.

Perhatikan keluaran biji kopi, jika masih banyak yang belum terkupas langkah pertama buka katup corong sedikit lebih lebar lagi, langkah ini dlakukan  kemungkinan gelondongan kopi didalam silinder kurang padat sehingga masih ada ruang kosong akibatnya gelondongan kopi belum tergilas maksimal.

Apabila langkah pertama belum berhasil lakukan langkah yang kedua yaitu pukul pisau  ke arah dalam sedikit saja sambil dilihat hasilnya , apabila biji kopi yang dihasilkan  ada yang pecah pukul pisau mundur sedikit saja sambil dilihat hasilnya.

Perhatikan lagi keluaran kulit kopi pada bagian blower, jika masih ada biji kopi ikut terbuang langkah pertama adalah buka katup filter ke posisi tengah maksudnya angin didalam silinder terlalu besar maka harus dikurangi, langkah yang kedua yaitu mengganti ukuran V Belt pada blower agar lebih kendur jadi putaran angin tidak terlalu besar, langkah yang ketiga yaitu kurangi speed mesin engine.